Home » Ilmu Forex » Tipe Tipe Trader | Belajar Forex Malang

Tipe Tipe Trader | Belajar Forex Malang

Belajar Forex Malang | Kursus Forex di Malang | Privat Forex Malang

Swing Trader

Biasanya tipe trader ini cenderung cara transaksi nya memanfaatkan pergerakan pasasr jangka panjang mingguan , bulanan maupun ada yang tahunan . target point seorang swing trader biasanya 100-200 point . Time frame yang di gunakan biasanya 4H , 1D . Menunggu ya inilah swing trader , biasanya tipe orang ini super sibuk sehingga menunggu lah yang tepat bagi tipe trader seperti ini dan lebih mengarah ke analisa fundamental seperti berita-berita ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap yang ditransaksikan .

Intraday Trader

Tipe ini adalah istilah untuk mereka yang membuka dan menutup posisinya pada hari yang sama atau biasa disebut juga trader harian. Meski dikatakan membuka dan menutup posisi pada hari yang sama, day trader sebenarnya sering menahan pergerakan hingga berhari-hari lamanya sampai target dan ekspektasinya tercapai. Lazimnya, day trader memiliki target profit 50 sampai 100 pips per transaksi sehingga memaksa mereka untuk menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari agar target yang telah ditentukan tercapai. Namun demikian, tak sedikit pula day trader yang memasang target melebihi angka 100 pips dalam setiap kali transaksinya. Timeframe yang biasa digunakan day trader adalah M15 (per 15 menit) sampai dengan D1 (per 24 jam atau daily/harian). Mereka terbiasa menganalisa pergerakan agregat di timeframe besar seperti H4 (per 4 jam) atau D1 lalu melakukan eksekusi pada timeframe yang lebih kecil, yaitu H1, M30 atau M15. Day trader tidak membutuhkan waktu lama untuk terus-menerus di depan layar karena dalam prakteknya mereka akan jarang sekali memantau transaksi mereka. Dibanding melakukan cut loss mereka lebih senang mengantisipasi kerugian dengan memasang stop loss (SL). SL yang ditentukan pun tidak sembarangan. Day trader yang baik haruslah menyesuaikan level SL atau alokasi kerugian mereka dengan Manajeen Keuangan (MM) yang dianutnya. (MM akan saya bahas lebih detail di bab Manajemen Resiko).

Scalper Trader

Scalper adalah sebutan untuk trader yang menganut paham scalping. Scalping sendiri berasal dari bahasa inggris dengan kata dasar scalp yang artinya lompatan kutu atau juga lompatan kecil. Sesuai dengan artinya, penganut paham ini lebih senang melakukan lompatan-lompatan kecil atau bisa diartikan mengambil keuntungan yang cenderung kecil namun dalam jumlah transaksi besar (lot) atau banyak (posisi). Keuntungan yang ditargetkan scalper umumnya berkisar 10 sampai 15 pips per transaksi. Scalper lebih senang menggunakan Timeframe (TF) kecil untuk eksekusinya. Mereka biasa menggunakan TF mulai dari yang terkecil M1, M5, sampai dengan H1. Penggunaan TF kecil (M1 dan M5) ini sangat tidak disarankan bagi pemula karena fluktuasi dan volatilitas harga yang terjadi di TF ini sangatlah tinggi dan cepat sehingga dapat menyulitkan dalam menganalisa harga. Scalper juga dituntut memiliki kesabaran dan mental yang bagus karena dalam prakteknya nanti mereka akan jarang sekali menggunakan Stop Loss (SL) sehingga mewajibkan mereka memakan waktu lebih lama di depan layar untuk memantau pergerakan harga. Pemantauan ini bertujuan agar scalper dapat menentukan langkah lanjutan cutting loss (BL) jika ternyata harga bergerak berlawanan dan cutting profit (CP) jika harga telah mencapai target yang ditentukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: