Home » Ilmu Forex » Pemahaman Analisa Teknikal | Belajar Forex Malang

Pemahaman Analisa Teknikal | Belajar Forex Malang

Pemahaman Analisa Teknikal | Belajar Forex 2015 | Kursus Forex 2015

Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures. Pada intinya ketika menggunakan metode analisa teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodelogi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan. Setelah menemukan sebuah sistem trading yang sesuai, barulah bisa dicari teknik-teknik lain yang dapat digabungkan dengan metode trading yang sudah ada.Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal walaupun jumlahnya minimum. Bahkan pihak-pihak yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat terlebih dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Pada level teori yang sangat dasar, grafik membantu trader untuk menentukan level yang ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader dapat melihat grafik dan mengetahui apakah mereka membeli di harga yang wajar (berdasarkan data historis harga disebuah pasar tertentu), menjual di harga tertinggi periodik atau mungkin melakukan transaksi ketika pasar bergerak menyamping (sideways). Ini hanya beberapa kondisi pasar yang dapat di identifikasi oleh grafik. Grafik juga memungkinkan adanya analisa yang lebih canggih dan maju dari pergerakan harga.Dalam prakteknya, mungkin seorang Analis teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.

Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.

• Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.

• Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya bahwa Fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau menyamping (sideways). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode.
Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk Analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.

Sama halnya dengan Aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar. Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.
Kesalahan umum yang sering dibuat oleh para trader adalah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yang merugi dan terlalu cepat melikuidasi posisi yang sedang mengalami keuntungan. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.Perlu diketahui bahwa saat ini banyak sekali trader yang sangat ahli  menguasai technical analysis bahkan banyak diantara trader yang mampu membuat bahkan memodifikasi indikator-indikator teknikal.Perlu anda pahami bahwa  komponen utama terbentuknya  grafik pergerakan harga terdiri dari 5 komponen saja yaitu : harga pembukaan ( Open ), harga tertinggi ( High ), harga terendah ( Close ) , dan Volume transaksi ( V ), jika disingkat maka disebut OHLCV.Dari data  OHLCV tersebutlah kemudian digunakan metode matematika dan statistik untuk kemudian terciptanya indikator-indikator  pada tehnical analysis modern.

Secara Umum indikator – indikator Modern Technical Analysis terbagi menjadi :
1. Trend Following Indikator :  Indikator-indikator umum yang masuk pada kategori  ini adalah seperti Moving Average, MACD,  Parabolic SAR dsb.
2. Momentum Indikator : yang  termasuk kategori ini  adalah indikator seperti Stochastic, William %R, RSI dsb,
3. Volume indikator : secara umum yang termasuk kategori  ini adalah OBV (On Balance Volume), OSCV (Volume Oscillator) dsb.
4. Volatility Indikator :  contoh indikator yang berfungsi menentukan tingkat volatilitas harga yaitu : Bollinger Band , Keltner Band dsb.
Jumlah  indikator-indikator pada modern technical analysis berjumlah  ratusan , belum lagi ditambah kreasi – kreasi trader-trader top dunia yang  membuat indikator dan tehnik yang lebih baru. Adapun setiap kategori indikator diatas masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, namun hanya ada satu karakteristik  yang sudah pasti dan tidak akan pernah berubah yaitu :  pergerakan harga selalu lebih cepat dari indikator apapun.Penggunaan indikator-indikator technical analysis dapat anda sesuaikan dengan profil style trading dan frekwensi trading anda. Semakin pendek timeframe yang anda gunakan, maka pergerakan indikator tersebut akan semakin tinggi volatilitasnya. Sangat disarankan agar anda memahami  penggunaan indikator tersebut secara benar.
Contoh yang sering salah kaprah dalam penggunaan indikator adalah  pada MACD. Seringkali orang hanya mengunakan 1 MACD saja dalam menganalisa chart, padahal Gerald Appel dalam bukunya menyarankan  agar menggunakan dua buah MACD  dengan time frame yang berbeda untuk menganalisa pola pergerakan harga.Selain hal diatas, Support Resistance juga menjadi  komponen utama seorang analis. Biasanya pada level Support Resistance inilah seorang trader akan mengambil keputusan buy/ sell suatu instrumen sekaligus menjadi target estimasi arah pergerakan  harga yang akan dicapai.Pada instrumen yang bergerak uptrend , maka pergerakan harga akan cenderung breakout menembus resistance dan menciptakan level resistance yang baru, sebaliknya pada instrumen yang downtrend, harga akan cenderung menembus support untuk menciptakan level support yang baru. Hal ini lah yang juga sering dijadikan acuan oleh trader ataupun para analis untuk menganalisa guna mengambil keputusan trading.
Apa yang dijelaskan diatas adalah penjelasan umum saja tentang Technical Analysis. Para trader pemula yang baru belajar technical analysis biasanya ketika baru saja paham dan mengerti tentang suatu indikator, maka ia akan  langsung mencobanya pada real trading, dan ketika  ternyata berhasil menghasilkan keuntungan biasanya  trader tersebut akan overconfidence dan merasa yakin bahwa itulah indikator yang terbaik dan cocok baginya.  Dan ketika  ternyata tiba saatnya trading dan loss karena ternyata harga tiba-tiba turun lebih cepat dari indikatornya, kemudian tidak sempat melakukan cutloss, mulailah timbul kebimbangan atas indikator tersebut dan mulai belajar lagi mencari indikator baru. Hal ini akan terus berulang-ulang terjadi. Akibat sering terjadinya hal ini dimana maka munculah teori :  bahwa kita tidak dapat memprediksikan arah pergerakan harga.Namun kita dapat mengantisipasinya bila menerapkan suatu trading plan dan money management yang baik dan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: